Pemerintah Alokasikan Dana Sebesar Rp2.750 Triliun untuk 2021
(Presiden Joko Widodo)
PEMERINTAH
mengalokasikan dana sebesar Rp2.750 triliun di dalam Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN) 2021. Presiden Joko Widodo mengungkapkan alokasi belanja
tahun depan tumbuh 0,4% dari anggaran yang digelontorkan tahun ini.
Dana sebesar
itu akan difokuskan untuk empat sektor yakni kesehatan, perlindungan sosial,
pemulihan ekonomi dan reformasi struktural secara menyeluruh. Secara lebih
rinci, terkait penanganan kesehatan, pemerintah akan banyak menggelontorkan dana
untuk pengadaan vaksin.
"Kita
akan melakukan penguatan sarana prasarana kesehatan, laboratorium penelitian
dan pengembangan. Itu sangat diperlukan," ujar Jokowi dalam acara
Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer
ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/11).
Adapun,
terkait perlindungan sosial, pemerintah masih akan terus menggulirkan kebijakan
untuk mendorong daya beli masyarakat yang terganggu akibat pandemi covid-19.
Begitu pun halnya dengan program pemulihan ekonomi yang akan terus mendorong
dunia usaha di Tanah Air Pada 2021, Jokowi mengatakan belanja pemerintah masih
akan menjadi andalan untuk mengangkat perekonomian nasional.
Oleh karena
itu, ia meminta seluruh menteri, pimpinan lembaga serta kepala daerah terutama
yang memiliki anggaran besar untuk segera melaksanakan lelang sejak akhir 2020.
Dengan begitu, ketika memasuki tahun anggaran 2021, berbagai program kegiatan
bisa langsung dieksekusi.
"Januari
harus sudah ada pergerakan karena lelang sudah dilakukan sejak DIPA diserahkan.
BAntuan sosial di awal Januari 2021 juga harus segera diberikan kepada penerima
manfaat agar belanja masyarakat meningkat, konsumsi meningkat sehingga
menggerakan ekonomi di lapisan bawah," tegas presiden.
Kepala negara
menekankan bahwa seluruh seluruh jajaran pemerintahan harus bekerja lebih cepat
di dalam situasi krisis. Semangat juang yang dikobarkan harus lebih besar
supaya berbagai program bisa berjalan baik dan hasil yang dicapai bisa
maksimal.
"Sudah
sering saya sampaikan bahwa kita semua harus pindah channel ke extraordinary
supaya berdampak dan memberikan daya ungkit pada pertumbuhan ekonomi,"
tandasnya.(sumber:MediaIndonesia)